FAKTOR-FAKTOR PENENTU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA DESA ALAI SELATAN UPT PUSKESMAS ALAI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

Sari, Rahma Usfita and Afrinis, Nur and Apriyanti, Fitri and Rizqi, Eka Roshifita and Zurrahmi, Zurrahmi (2023) FAKTOR-FAKTOR PENENTU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA DESA ALAI SELATAN UPT PUSKESMAS ALAI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI. Jurnal Kesehatan Masyarakat & Gizi, 6 (1). pp. 76-82. ISSN 2655-0849

[img] Text
FAKTOR-FAKTOR PENENTU YANG BERHUBUNGAN DENGANKEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA DESA ALAI SELATAN UPT PUSKESMAS ALAI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI.pdf

Download (229kB)
Official URL: https://ejournal.medistra.ac.id/index.php/JKG/arti...

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana tumbuh kembang anak terganggu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), praktik pemberian ASI eksklusif, dan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting pada anak usia 24-59 bulan di Desa Alai Selatan wilayah hukum UPT Puskesmas Alai Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian dilakukan pada tanggal 29 Mei sampai dengan 20 Juni 2023 dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran stadio meter. Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa dari total sampel, 53 balita (73%) tidak mengalami stunting, 69 balita (95%) tidak pernah mengalami BBLR, dan 69 balita (95%) tidak pernah mengalami BBLR. Sebanyak 71 balita (97%) mendapat ASI eksklusif, dan 68 balita (93%) tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang cukup. Hasil uji chisquare menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat BBLR, praktik pemberian ASI eksklusif, kondisi sanitasi lingkungan dengan terjadinya stunting (p value = 1,000). Kesimpulannya, sebagian besar anak usia 24-59 bulan di Desa Alai Selatan tidak memiliki riwayat BBLR, mendapat ASI Eksklusif, dan bertempat tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang memadai. Oleh karena itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat BBLR, praktik pemberian ASI eksklusif, kondisi sanitasi lingkungan, dan prevalensi stunting pada anak tersebut. Ibu balita diharapkan meningkatkan pemahaman tentang stunting, memperhatikan status gizi anak, dan membawa balita ke posyandu secara rutin untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangannya.

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Gizi (S1)
Depositing User: Mrs Derima Febrike
Date Deposited: 19 Mar 2025 17:34
Last Modified: 19 Mar 2025 17:34
URI: http://repository.universitaspahlawan.ac.id/id/eprint/2699

Actions (login required)

View Item View Item